Baznas Ciamis Realisasikan Bantuan Untuk Puluhan Rumah Tak Layak Huni

  • Diposting oleh : BAZNAS KAB. CIAMIS
  • Tanggal : 27-07-2022

  • Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis beberkan jumlah penerima manfaat program bantuan bagi rumah tidak layak huni (Rutilahu). Program bantuan tersebut bersumber dari dana infak yang digalakan setiap bulan ramadan bersamaan dengan zakat fitrah.

    “Dari infaq ramadan tersebut, kami telah membantu sebanyak 85 unit rumah yang tidak layak huni,” ujar Ketua Baznas Ciamis, KH. Lili Miftah, Senin (25/7/2022).

    Sebanyak 85 unit rutilahu itu telah terealisasikan dan telah dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya ketika melaksanakan tarawih keliling. 

    Lili menerangkan, pada gerakan infaq ramadan, Baznas Ciamis telah mengumpulkan sebanyak Rp. 850 juta. Hasil pengumpulan infak ramadan sebesar Rp. 2.500 tersebut digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah yang tidak layak huni. 

    Gerakan infak ramadan berpusat di unit pengumpul zakat (UPZ) desa. Setelah terkumpul, infak itu digunakan untuk kepentingan kemaslahatan umat.

    Rincian Infak

    Dari infak sebesar Rp 2.500 itu, diantaranya Rp 500 untuk kemakmuran masjid. Kemudian Rp 500 untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan di tingkat desa. 

    Selanjutnya, Rp 500 untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan di tingkat kecamatan. Sisanya Rp 1.000 untuk pembangunan rumah yang tidak layak huni.

    “Nah dari uang 1.000 ini dikumpulkan menjadi 850 juta, lalu uang infak itu digunakan untuk bantuan program rutilahu,” terang Lili.

    Lili juga mengatakan, besaran bantuan progran rutilahu yang bersumber dari infak ramadan tersebut sebesar Rp 10 juta.

    Dengan bantuan sebesar itu, harapannya dapat merangsang para agnia dan masyarakat setempat untuk ikut membantu. Baik secara materi maupun tenaga. 

    Sebelum menyerahkan bantuan program rutilahu ke penerima manfaat, pihaknya meminta kepada Camat, Kades, Kepala Dusun maupun tokoh masyarakat. Agar bantuan dari Baznas sebesar Rp 10 juta itu dapat menjadi rumah.

    Meskipun nominalnya pas-pasan, yang paling penting yaitu adanya kebersamaan dan gotong royong dari masyarakat untuk ikut andil dalam membangun rutilahu.

    “Harapannya juga dapat memberikan kesadaran para agnia untuk ikut membantu warga yang tengah membutuhkan,” pungkasnya.

     

    Sumber: GaluhID/Tony

    Kembali